HASIL self-efficacy saat pre-test ke post-test. Untuk lembar pengamatan

HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data self-efficacy diperoleh melalui dua instrumen yakni angket self-efficacy dan pengamatan perilaku self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan self-efficacy siswa mengalami peningkatan pada setiap dimensi self-efficacy saat pre-test dan post-test seperti yang terlihat dalam Tabel . berikut:Tabel 1. Hasil Analisis Self-Efficacy SiswaDimensi Krite-ria Persentase (%) Persentase (%) Eksperimen 2 Pre-test Post-test Pre-test Post-testMagnitude ST 10 45 11 34 T 75 55 71 66 CT 15 – 18 – R – – – -Strength ST 15 67 15 23 T 73 33 67 77 CT 12 – 18 – R – – – -Generality ST 15 77 8 51 T 65 23 67 49 CT 20 – 25 – R – – – – Berdasarkan Tabel 1. di atas, menunjukkan adanya peningkatan rata-rata self-efficacy siswa pada setiap dimensi self-efficacy saat pre-test ke post-test. Untuk lembar pengamatan perilaku self-efficacy kelas X-MIA 2 rata-rata mengalami peningkatan, pada pertemuan pertama sebesar 71 dengan kriteria tinggi, sedangkan pada pertemuan kedua sebesar 85 dengan kriteria sangat tinggi, seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahayu dan Syarief (2015) bahwa self-efficacy siswa mengalami peningkatan setelah melalui penerapan model pengajaran inkuiri. Dalam kelas X-MIA 2 terdapat satu anak yang tidak mengalami peningkatan self-efficacy saat pre-test dan post-test maupun dalam pengamatan perilaku self-efficacy tiap pertemuannya, hal ini bisa terjadi dikarenakan selama proses pembelajaran siswa tersebut tidak antusias dengan pelajaran fisika. Siswa dengan self-efficacy rendah pada pembelajaran dapat menghhindari banyak tugas belajar, khususnya yang menantang (Santrock, 2009:216).Gambar 1. Diagram peningkatan perilaku self-efficacy Untuk self-efficacy siswa X-MIA 6 yang ditunjukkan oleh Tabel 1. juga mengalami peningkatan, seperti yang diungkapkan Jansen, et al (2015) jika self-efficacy lebih dipengaruhi oleh kesempatan belajar berbasis inkuiri. Namun siswa dengan nomor absen 8, 12, dan 13 mengalami penurunan saat pre-test dan post-test, hal ini bisa terjadi karena ada beberapa faktor penyebab seperti keadaan fisiologis, dan emosional siswa, kecemasan yang terjadi dalam diri siswa ketika melakukan tugas sering diartikan sebagai kegagalan (Bandura, 1997:79).  Lembar pengamatan perilaku self-efficacy X-MIA 6 pertemuan pertama diperoleh nilai rata-rata sebesar 64 dengan kriteria tinggi, sedangkan untuk pertemuan kedua sebesar 83 dengan kriteria sangat tinggi. Untuk siswa yang mengalami penurunan saat pre-test dan post-test tidak terjadi penurunan saat pengaian self-efficacy juga penting diperhatikan dalam pembelajaran fisika (Nissen dan Shemwell, 2016). Hasil belajar siswa setelah diterapkan model pengajaran inkuiri dianalisis dengan n-gain dan uji-t satu pihak dengan menggunakan hasil pre-test dan post-test. Berikut adalah gambaran umum hasil belajar siswa setelah dianalisis dengan n-gain score:Gambar 2. Diagram peningkatan hasil belajar siswaBerdasarkan Gambar 2 di atas terlihat bahwa baik siswa X-MIA 2 maupun X-MIA 6 rata-rata mempunyai hasil belajar berkategori sedang. Untuk hasil belajar berkategori tinggi yang paling banyak ada di kelas X-MIA 2 yakni se26%. Sedangkan untuk rata-rata nilai n-gain untuk siswa X-MIA 2 dan X-MIA 6 berturut-turut yaitu 0,65 dan 0,54. Untuk memastikan apakah peningkatan hasil belajar siswa di kedua kelas signifikan atau tidak, maka dilakukan uji-t satu pihak didapatkan thitung sebesar 4,952 dan ttabel sebesar 1,66, hal ini berarti thitung ? ttabel sehingga peningkatan hasil belajar siswa di kedua kelas signifikan. Selain itu hasil belajar siswa juga dianalisi menggunakan uji-t berpasangan guna melihat apakah model pengajaran inkuiri mampu meningkatkan atau menumbuhkan hasil belajar atau tidak. Dari hasil uji-t berpasangan diperoleh nilai thitung  pada kelas X-MIA 2 dan X-MIA 6 secara berturut-turut adalah sebesar 16,67 dan 13,71, sedangkan nilai ttabel dengan taraf signifikan 0,05 adalah 2,02, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model pengajaran inkuiri dapatn self-efficacy siswa, hal ini sesuai dengan penelitian Mustachfidoh, dkk (2013) bahwa siswa yang mengikuiti pembelajaran inkuiri lebih unggul dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran langsung. Untuk mengetahui apakah self-efficacy memberikan konstribusi terhadap hasil belajar siswa maka dilakukan analisis regresi linier sederhanadan diperoleh a sebesar -44,461 dan b sebesar 1,539 dengan N=40 untuk X-MIA 2, sedangkan untuk X-MIA 6 diperoleh a sebesar -62,916 dan b sebesar 1,676 dengan N=39. Apabila koefien regresi (b) bernilai positif maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara self-efficacy dengan hasil belajar siswa. Hal ini sesuai dengan penelitian Lindstrom dan Sharma (2011) bahwa self-efficacy mempengaruhi prestasi aka hasil belajar siswa pada kelas X-MIA 2 sebesar 50,80%  self-efficacy memberikan konstribusi terhadap hasil belajar dan 49,20% oleh faktor lain, sedangkan pada kelas X-MIA 6 self-efficacy berkonstribusi sebesar 41,46% dan 58,52% oleh faktor lain. Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis (Nana Sudjana, 2009:39).PENUTUPSimpulan Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa nilai angket self-efficacy siswa mengalami peninngkatan pada setiap dimensinya setelah diterapkan model pengajaran inkuiri, ini juga didukung oleh hasil pengamatan perilaku self-efficacy, terlihat bahwa perilaku self-efficacy mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya. Berdasarkan uji-t berpasangan model pengajaran inkuiri dapat meningkatkan self-efficacy dan hasil belajar siswa. Terdapat hubungan positif sebesar  1,539 pada kelas X-MIA 2 dan 1,676 pada kelas X-MIA 6 antara self-efficacy dengan hasil belajar siswa setelah diterpakan model pengajaran inkuiri.SaranDengan memperhatikan hasil penelitian di atas agar kegiatan belajar fisika lebih baik dan efektif bagi siswa, maka saran yang dapat diberikan adalah: penerapan model pengajaran inkuiri mampu digunakan untuk meningkatkan self-efficacy dan  hasil belajar siswa, untuk itu perlu diterapkan juga pada materi fisika lain yang memiliki karakteristik cocok dengan model pengajaran inkuiri; setelah penerapan model pengajaran inkuiri sebanyak 50,80% self-efficacy memberikan konstribusi terhadap hasil belajar, sehingga penelitian dapat dikembangkan lebih luas lagi untuk diteliti mengenai motivasi siswa dalam belajar, atau kemampuan siswa dalam berkomunikasi.DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakart: Rineka CiptaBandura, A. 1997. Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York, NY: FreemanBranch, Dr. Jennifer. and Oberd, Dr. Dianne. 2004. Focus on Inquiry. Canada: Alberta LearningDou, Remy. 2017. The Interactions of Relationships, Interest, and Self-Efficacy in Undergraduate Physics. FIU Electronic Theses and Dissertations. 3228. Florida International University. http://digitalcommons.fiu.edu/etd/3228  (online) (diunduh pada 27 September 2017)Feantoby, Amy. 2012. The Use of the ‘Teaching as Inquiry Model’ to Develop Students’ Self-Efficacy in Literature Response Essay Writing. Kairaranga – Volume 13, ISSUE 1: 2012 Tersedia https://Eric.Ed.Gov/?Id=EJ976662 (diunduh pada 2 Desember 2016)Jansen, Malte. Et Al. 2015. Students’ Self-Concept and Self-Efficacy in the Sciences: Differential Relations to Antecedents and Educational Outcomes. Contemporary Educational Psychology 41 (2015) 13–24. Tersedia: http://www.Sciencedirect.Com/ (diunduh pada 2 Desember 2016)Kock, Zeger-Jan. et al. 2015. Creating a Culture of Inquiry in the Classroom While Fostering an Understanding of Theoretical Concept in Direct Current Electric Circuit: A Balance Approach. International Journal of Science and Mathematics Education, 13(1), 45-69. (online)(diunduh pada 7 Maret 2017).Lindstrom, Christine. and Sharma, Manjula D. 2011. Self-Efficacy of First Year University Physics Student: Do Gender and Prior Formal Instruction in Physics Matter?”. International Journal of Innovation in Science and Mathematics Education, 19(2), 1-19. (online)(diunduh pada 1 Maret 2017).Makmun, H. Abid Syamsudin. 2000. Psikologi Kependidikan: Perangkat Sistem Pengajaran Modul. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Mustachfidoh, Dkk. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Prestasi Belajar Biologi Ditinjau dari Inteligensi Siswa SMA Negeri 1 Srono. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. (Online) Volume 3 Tahun 2013. (diunduh pada 2 Desember 2016).Nana Sudjana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Nissen, Jayson M. Et Al. 2016. Gender, Experience, and Self-Efficacy in Introductory Physics. Physical Review Physics Education Research 12, 020105.Pedaste,  Margus. Et Al. 2015. Phases of Inquiry-Based Learning: Definitions and the Inquiry Cycle. Educational Research Review 14 (2015) 47–61. Tersedia: http://www.Sciencedirect.Com/ (diunduh pada 9 Desember 2016 ).Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Salinan)Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 103 Tahun 2014 Tentang Pembelajaran Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Salinan)Puspita, Wita Ratna. 2016. Upaya Meningkatkan Self-Efficacy Melalui Midle Learning Cycle 5E pada Pokok Bahasan Perbandingan. Jurnal Pendidikan, (Online), ISBN. 978-602-73403-1-2, (diunduh pada 9 Desember 2016).Rahayu, Setyorini Puji. dan Syarief, Sri Hidayati. 2015. Penerapan Model Pembelajran Inkuiri untuk Meningkatkan Self-Efficacy Siswa pada Materi Pokok Laju Reaksi Kelas XI-MIA di SMA Muhammadiyah 4 Sidayu Gresik. (Online) Unesa Journal Of Chemical Education Vol.4, No.1, Pp. 49-55, January 2015 ISSN: 2252-9454 (diunduh pada 4 Januari 2017)Suprapto, Nadi. et al. 2017. Conception of Learning Physics and Self-Efficacy Among Indonesian University Student. Journal of Baltic Science Education. ISSN 1648-3898. (online) (diunduh pada 1 Maret 2017).Tenaw, Yazachew Alemu. 2013. Relationship Between Self-Efficacy, Academic Achievement and Gender in Analitycal Chemistry at Debre Markos College of Teacher Education. AJCE, 2013, 3(1). ISSN 2227-5835. (online) (diunduh pada 1 Maret 2017).