MENGGAPAI Bisnis property semakin populer karena peminatnya semakin bertambah

MENGGAPAI
KESUKSESAN

DENGAN BERBISNIS
PROPERTI

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

ANDRI
ADILA

21115168

EKONOMI,UNIVERSITAS
KOMPUTER INDONESIA

Email:
[email protected]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fakultas
Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Universitas
Komputer Indonesia

Bandung

2018

 

 

 

 

 

ABSTRACT

The development of
property business in Indonesia is growing rapidly, because at this time the
Residential Property is primarily a basic requirement of each person. Thus the
property business has a promising prospect in the future. By using the market
segmentation that will facilitate for marketing the product to potential
consumers will impact on the possibility of property products that we sell will
sell quickly.

 

 

 

Keywords:
Properti,Hunian,segmentasi pasar,konsumen,prospek

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar
Belakang

 

Menjadi seorang Entrepreneur yang sukses tidak selalu
berasal dari seorang yang memiliki usia dewasa.tetapi pada saat ini kita dituntut
untuk membuka usaha sendiri karena keterbatasan jumlah lapangan pekerjaan yang
ada. Beberapa tahun kebelakang mulai lahir pengusaha  muda yang sukses dengan menjalankan bisnis Property. Contoh nyatanya adalah Elang
Gumilang yang saat ini memiliki perusahaan Elang Group yang bergerak di bidang
property. Karena dedikasinya Elang pernah mendaptkan penghargaan Wirausaha Muda
Mandiri dan Indonesia’s Top Young Entrepreneur pada tahun 2007-2008.

Industri properti adalah industri
yang tidak akan pernah mati. Karena untuk saat ini properti adalah kebutuhan
pokok setiap orang yang ada di dunia. seiring berjalanya waktu  bisnis properti akan terus berkembang dari
tahun ke tahun. Sehingga bisnis ini memiliki prospek yang cerah kedepanya.

Bisnis property adalah bisnis
yang sangat menjanjikan untuk saat ini 
dan diperkirakan akan terus menjadi bisnis yang paling menguntungkan di
masa depan. Karena bisnis ini dapat mendatangkan laba yang sangat besar. Bisnis
property semakin populer karena
peminatnya semakin bertambah setiap harinya.

Menjadi seorang entrepreneur
adalah pekerjaan yang mulia,karena ia memberi kesempatan bagi orang lain untuk
memberi nafkah dan biaya hidup bagi keluarganya dari perusahaan yang ia
bangun,mulai dari beberapa orang hingga ribuan orang yang berati ia telah
memberi nafkah bagi begitu banyak orang. Eddy Soeryanto Soegoto (2009:3)

 

1.2       Rumusan
Masalah

Berdasarkan
dari latar belakang karya tulis ini adapun terdapat rumusan  masalah yaitu diantaranya :

1)      Apa yang dimaksud bisnis property?

2)      Bagaimana siklus bisnis properti
di Indonesia ?

3)      Bagaimana cara memanfaatkan
peluang bisnis di bidang property untuk menjadi pengusaha sukses?

4)      Bagaimana
menyusun rencan bisnis yang akan dilakukan?

5)      Apa
sajakah keuntungan dan kendala yang didapatkan dari seorang entrepreneur muda dalam menjalankan
bisnis propety?

1.3       Tujuan
Penelitian

1)     
Dapat
mengetahui Apa itu bisnis properti

2)     
Untuk
mengetahui apa itu entrepreneur dan bisnis properti

3)     
Dapat
mengetahui bagaimana cara memanfaatkan peluang berbisnis property

4)     
Dapat
menyusun rencana bisnis dengan baik

5)     
Dapat
mengetahui apa keuntungan dan kendala berbisnis property

 

 

1.4       Manfaat
Penelilitan

Dari hasil
yang diperoleh didalam karya tulis ini diharapkan dapat memberikan berbagai
manfaat khususnya bagi masyarakat dengan sebagai berikut :

 

1)     
Untuk
mengetahui bagaimana cara memulai berbisnis property serta mampu menyusun
rencana bisnis yang akan dijalankan dan untuk mengetahui cara bagaimana mencari
pendanaan untuk memulai bisnis property.

2)     
Diharapkan
dari karya tulis yang dibuat ini dapat menjadi sumber atau bahan
referensi,menjadi pengetahuan dan juga wawasan akan bisnis property bagi
masyarakat.

3)     
Diharapkan
dapat menambah pengetahuan dan juga wawasan untuk memulai

bisnis
property

4)     
Dan
diharapkan dapat menjadi motivasi untuk memulai bisnis property

 

 

 

 

BAB II

METODE

1.1  Menetapkan
Sasaran Bisnis

Dalam
melaksanakan bisnisnya,setiap perusahaan harus menetapkan sasaran bisnis
sebagai target kinerja yang ingin dicapai sekaligus untuk mengukur keberhasilan
atau kegagalan program kerja yang telah ditrtapkan. Eddy Soeryanto Soegoto
(2009:136)

1.2  Tujuan
Penetapan Sasaran Bisnis

1)     
Memberi
arah dan tujuan bagi para manajer pelaksana

Hal
ini untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kesalahan pada unit-unit kerja
yang ada dalam perusahaan.

2)     
Alokasi
sumber daya

Sumber
daya yang diprioritaskan penggunaanya pada pengadaan sarana dan prasarana yang
mendukung tercapainya sasaran perusahaan

3)     
Membangun
budaya perusahaan

Dalam
mencapai sasaran bisnis perlu dibangun budaya perusahaan untuk menjadi yang
terbaik melalui pemberian penghargaan atas suatu keberhasilan dan tidak
mentorerir kesalahan.

4)     
Membantu
manajer menilai kinerja

Kinerja
manajerial suatu bagian dinilai dari tercapai atau tidaknya sasaran yang akan
dicapai. Eddy Soeryanto Soegoto (2009:136)

2.1  Segmentasi
Pasar

Pasar
besar pada umunnya memilki berbagai macam pembeli,tiap-tiap pembeli memiliki perbedaan
motif dan perilaku yang berbeda-beda yang menunjukan bahwa pasar memilki sifat
yang heterogen.

Dengan
jumlah konsumen yang sangat banyak dan memiliki berbagai macam kebutuhan.
Dengan dasar ini maka perusahaan akan sulit untuk memenuhi kebutuhan konsumen
yang sangat beragam.

     

      Dalam upaya memberikan kepuasan kepada
konsumen dengan apa yang di inginkan konsumen perusahaan perlu mengelompokan
konsumen atau pembeli ini sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Kelompok
konsumen yang di kelompokan tersebut disebut Segmen Pasar.  Sedangankan upaya pengelompokan tersebut
disebut segementasi Pasar. (Assauri:2012)

 

Segmentasi
pasar menurut Eddy Soeryanto Soegoto (2009) Segmentasi pasar (pengelompokan
pasar) adalah proses pembagian pasar kedalam kategori jenis atau segmen
pelanggan. Segmentasi merupakan strategi untuk menganalisis konsumen,bukan
produk.

 

2.2  Tujuan
Segmentasi Pasar

Menurut
Tjiptono (2012) tujuan utama melakukan segmentasi pasar,targeting dan positioning

Adalah
menempatkan suatu produk atau merk di dalam benak konsumen sehingga produk atau
merk tersebut memiliki keistimewaan atau keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan.

1)      Tergeting

Dalam
proses pemasaran produk atau merk segmentasi pasar tidak berdiri sendiri,PhilipKhotler (2000:20) mendasarkan
bahwa segmentasi merupakan saatu kesatuan dengan targeting dan positioning.

2)      Positioning

Setelah
target pasar dipilih selanjutnya adalah positionin.
Positioning sendiri pada dasarnya suatu strategi untuk membranding produk
atau merk kita kedalam pikiran konsumen,agar mendaptakan repeat order dari konsumen.

 

2.3  Pendekatan-pendekata
segmentasi pasar

Menurut
Eddy Soeryanto Soegoto (2009:177)Segmentasi pasar dipengaruhi empat variable
penting

Diantaranya
:

1)     
Geografis

Banyak
keputusan pembelian dipengaruhi oleh tempat. Orang di kota Bogor yang dikenal
dengan kota hujan akan lebih banyak membeli payung dari pada yang di kota
Bandung.

2)     
Demografis

Tetkait
usia,pendidikan,status perkawinan ,suku,agama,pendapatan
pertahun,ras,kebangsaan,jenis kelamin. Contohnya,Volkswagen.com www.vw.com berhasil meraih pembeli sasaran
usia dibawah 35 tahun dengan VW Jetta yang bergaya hiburan.

3)     
Psikografis

Karakteristik
konsumen,seperti gaya hidup,pendapatan,minat dan sikap. Contohnya Burberry yang
memposisikan dirinya sebagai sebuah merk 
mewah global, seperti Gucci www.gucci.com dan LouiS Vuitton www.vuitton.com

4)     
Perilaku

Cara
konsumen menggunakan produk.manfaat yang mereka harapkan dari produk
tersebut,alasan mereka membelinya dan kesetiaan mereka terhadap produk
tersebut.

            Setelah semua tahapan dilalui dan
mendapatkan targer pasar yang telah kita tentukan sebelumnya,maka langkah
berikutnya adalah memasarkan produk properti yang telah kita siapkan. Untuk
pemasaran produknya sendiri,sesuaikan dengan rumah atau properti yang akan kita
jual. Contohnya kita akan menjual rumah dengan harga pasar Rp 100.000.000 -1.000.000.000
makan kita harus memasarkan ditempat yang benar juga. Contohnya memasarkan
lewat iklan,baliho,dan jika di website gunakanlah www.rumah123.com karena di website tersebut
banyak dikunjungi orang yang akan membeli rumah,sehingga kemungkinan properti
anda akan terjual lebih tinggi.. jika harga pasar lenih dari Rp 1.000.000.000
maka anda harus lebih selektif untuk memasarkan produk anda,karena tidak semua
orang bias membeli produk properti dengan harga tersebut.

 

 

BABIII

PEMBAHASAN
DAN HASIL

3.1  Bisnis
Properti

Bisnis
properti adalah bisnis yang bergerak di bidang penjualan atau penyewaan tanah
dan gedung.properti sendiri adalah harta benbentuk tanah dan gendung. Saat menjalankan
bisnis propeti ada beberapa pihak yang terlibat diantaranya :
Pemerintah,Pengguna,pemilik modal dan pembeli. Pemerintah sebagai pihak yang
mengeluarkan peraturan dan yang mengawasi pembangunan di wilayah hukumnya,Pengguna
atau developer adalah orang yang mengelola atau membangun properti,Pemilik
modal adalah orang yang memberikan uang/sebagian hartanya yang akan di
investasikan yang diserahkan kepada developer sebagai pengelola. Dan yang
terakhir adalah pembeli,pembeli adalah orang yang meneli properti dan pembeli
juga bisa menyewakan property yang dia miliki kepada orang lain.

3.2  Sejarah
Binis Properti di Indonesia

 

1)     
Kondisi
bisnis Properti di Indonesia pada tahun 1998

Pada
tahun 1998 terjadi kirisis moneter yang membuat nilai mata uang Rupiah merosot
drastis terhadap Dolar. Krisis ekonomi ini mengakibatkan menurunya tingakat
daya beli masyarakat terhadap property yang mengakibatkan stagnasi.

Karena
krisis moneter yang melanda Indonesia pada saat itu,membuat banyak orang
menjual asset propertinya di Indonesia yang mengakibatkan banyak property yang
tidak terjual.

2)     
Kondisi
bisnis Properti di Indonesia pada tahun 2000

Pada
tahun 2000 bisnis properti mulai membaik,puncaknya pada tahun 2003,pada tahun
tersebut harga properti melambung tinggi yang mengakibatkan menurunya penjualan
properti karena banyak orang yang tidak sanggup untuk membeli properti karena
harganya yang mahal.

3)     
Kondisi
bisnis Properti di Indonesia pada tahun 2008

Puncaknya
pada tahun 2008 yang di akibatkan oleh krisi moneter yang melanda Amerika
Serikat yang menjalar keseluruh dunia. Karena kegiatan ekspor ke negara
tersebut harus terhenti yang mengakibatkan banyak rencana investasi di
Indonesia batal. Karena hal tersebut,bisnis properti kembali menurun.

4)     
Kondisi
bisnis Properti di Indonesia pada tahun 2010

Karena
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6.5% yang membuat pertumbuha  ekonomi yang tinggi,sehingga daya beli
masyarakat kembali menggeliat dan berakibat pada penjualan properti yang
meningkat.

5)     
Kondisi
bisnis Properti di Indonesia pada tahun 2013

Pertumbuhan
ekonomi di Indonesia yang meningkat dan rendahnya suku bunga kredit yang
berakibat pada penjualan properti yang meningkat,karena banyak orang yang
membeli properti.

6)     
Kondisi
bisnis Properti di Indonesia pada tahun 2016

Pada
tahun ini bisnis properti sedikit melemah karena pemerintah menerapkan palfon
kredit yang menyebapkan penurunan penjualan property.

 

 

3.3  Pekembangan
bisnis properti di Indonesia

Perkembangan bisnis di Indonesia
mengalami perkembangan yang sangat singnifikan,ini bisa di lihat dari banyaknya
perumahan yang sedang dan sudah di bangun, perumahan yang di jual pun sangat
beragam dari segi harga dan lokasi. Ketika lokasi properti tersebut sangat
strategis,maka harga

property
tersebut akan terus naik,seiring dengan perkembangan ekonomi dikawasan
tersebut.

 

      Disamping hunia dan perumahan,bisnis
properti juga memiliki produk seperti kantor dan ruko. Yang akan terus di
butuhkan.Seiring dengan banyaknya pengusaha yang membutuhkan lokasi untuk dia
membuka usaha,hal tersebut akan berperngaruh terhadap penjualan properti yang
akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

 

Salah
satu penyebab terus meningkatnya penjualan properti di Indonesia karena kebutuhan
akan properti  yang pada saat ini adalah
kebutuhan pokok semua orang. Salah satu faktor lain adalah karena kemudahan
seseorang untuk membeli properti ,dengan dengan sistrem cicilan. Saat ini anda
tidak perlu mengumpulkan dana yang besar untuk mendapatkan rumah idaman,namun
dengan hanya membayar uang muka serta pengurusan rumah untuk sistem cicilan.
Anda dapat memiliki sebuah properti.

 

3.4  Peluang
bisnis properti di Indonesia

Saat
ini bisnis properti khususnya perumahan mengalami perkebangan. Dikarenakan
masih banyak warnga negara Indonesia yang belum memiliki hunian. Situasi ini
lah yang harusnya ada manfaatnya menjadi peluang bisnis,dan peluang yang sangat
menjanjikan yang bisa anda manfaatkan adalah jual  beli rumah. Selain itu,anda juga bisa menjadi
seorang makelar tanah atau seorang marketing pemasaran di sebuah
developer,karena hal tersebut tidak perlu mengeluarkan banyak biasa atau modal
yang besar,tetapi anda bisa mendapatkan imbalan atas jasa yang anda tawarkan
pada saat rumah yang anda tawarkan ke konsumen terjual.

Pesatnya bisnis
properti di Indonesia sejalan dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia yang
terus berkembang. Hal ini lah yang mengakibatkan banyaknya investor yang
berminat untuk berinbestasi di Indonesia khususnya di bidang properti. Cerahnya
propspek bisnis properti Indonesia karena masalah tidak terpenuhinya jumlah
permintaan akan hunian yang ada.

Menurut stastistik.
Terjadi kekurangan rumah kurang lebih 15 juta unit. Sedangakan permintaan
hunian pertahun mencapai 700-800 ribu unit sedangkan pengembang hanya mampu
menyediakan sebesar 400 ribu unit pertahun.

Dengan data
tersebut menjadi bukti bawah cerahnya peluang bisnis properti di Indonesia
dengan besarnya permintaan pasar. Tak jarang konsumen membeli lebih dari satu
buah properti karena alasan  untuk
investasi jangka panjang.

 

3.5  Jenis-jenis
produk bisnis properti

Bisnis
properti di Indonesia terbagi atas 3 jenis. Diantaranya :

1)     
Bisnis
properti Perumahan

·        
Perseorangan

Bisnis
properti perumahan adalah aktivitas dimana seseorang mebeli sebuah rumah yang
dalam pelaksanaanya tidak ada biaya produksi,karena ia membeli rumah yang telah
dibangun. Investasi ini sangat cocok bagi pemula yang ingin mencoba berbisnis
property,karena tampa harus memngeluarkan 
biaya produksi tetatapi masih bisa mendapat keuntungan dari rumah yang
ia beli. Caranya dengan menyewakan kepada orang lain atau menjualnya kembali
pada tahun berikutnya. dengan cara tersebut maka ia akan mendapatkan
keuntungan.

·        
Developer

Developer
adalah sebuah organisasi yang mengelola dan membangun sebuah perumahan.
Developer sendiri bekerja sebagai orang yang melakukan pembangunan perumahan
pada lokasi yang telah ditentukan sebelumnya. Developer selalu terikat dengan 2
pihak lainya. Yaitu penaman modal dan pemerintah. Pemerintah disini adalah
sebagai instasi yang memberikan peraturan dan pengawasan akan pembangunan yang
terjadi di wilayah hukumnya,sedangkan penamam modal adalah orang yang
menyerahkan harta atau assetnya kepada developer yang selanjutnya akan dikelola
oleh developer.

2)     
Bisnis
properti komersil atau perumahan

Bisnis
properti komersil adalah bisnis yang menjual dan menyewakan bangunan yang
digunakan untuk keperluan komersil atau bisnis. Bisnis ini kedepanya akan terus
berkembang,karena banyak pelaku usaha yang membutuhkan ruang untuk dia
melakukan kegiatan usaha.

3)     
Bisnis
properti industri

Bangunan
untuk keperluan industri atau manafaktur .

3.6  Menyusun
rencana bisnis

Perencanaan
akan bisnis yang akan kita jalankan itu sangat penting. Kita harus mengetahui
siapa target pasar produk kita,apakah produk yang kita jual bermanfaat bagi
pengguna dan seberapa besar daya beli masyarakat akan produk yang kita jual.
Karena jika semakin berkembangnya kawasan tersebut maka akan berpengaruh
terhadap produk kita. Contoh jika kita menjual rumah di kawasan yang berkembang
dan tingkat akan hunian yang dibutuhkan tinggi,maka rumah yang kita pasarkan di
kawasan tersebut akan lebih cepat terjual di bandingkan kita menjual rumah di
kawasan yang belum berkembang.

Kita
sebagai pelaku usaha harus pintar menganalisis daerah yang cocok untuk
memasarkan produk kitta. Karena jika kita memasarkan produk di tempat yang
dimana lokasi tersebut banyak permintaan akan produk kita,maka kesempatan akan
terjualnya produk kita akan semakin tinggi.

 

 

3.7  Awal
memulai bisnis property

Pelaku
usaha yang baru akan memulai bisnis properti,sebaiknya mengidentifikasi hal-hal
berikut :

1)     
Siapa
pelanggan kita ?

Ketika
kita akan memulai bisnis properti,maka kita harus mengenali siapa pelanggan
yang akan membeli produk kita. Contohnya kita akan berinvestasi sebuah rumah
yang akan di jual kembali pada masa yang akan datang. Maka kita harus
meperhatikan lokasi rumah tersebut,karena lokasi lah yang sangat berpengaruh
terhadap harga jual rumah tersebut. maka kita harus pintar mencari lokasi yang
dinilai akan potensial untuk mendongkrak harga rumah kita.

2)     
Lokasi
penlanggan

Kita
harus memilih lokasi yang strategis serta potensial terhadap rumah yang  kita akan jual. Karena jika tempatnya
strategis makan dapat dipastikan harga rumah tersebut akan naik pada tahun
berikutnya.

3)     
Kemampuan
daya beli pelanggan

Sesuaikan
harga rumah anda dengan lokasi rumah tersebut,karena jika lokasi tersebut tidak
strategis namun anda menjual dengan harga tinggi,dapat dipastikan bahwa rumah
tersebut tidak akan laku.

4)     
Jumlah
produk yang dapat di beli pelanggan

Kita harus mempertimbangkan produk yang akan kita jual
berpa banyak konsumen akan membeli produk kita dan sebrapa sering konsumen akan
membeli produk kita.

5)      Siapa pesaing kita

Seorang
pelaku usaha harus jeli melihat siapa pesaing kita,jika pesaing kita membuat
kita kehilangan konsumen. Makan langkah yang harus anda lakukan adalah harus
berinovasi. Anda harus lebih jeli memilih lokasi rumah yang anda akan
jual,usahakan lokasi rumah anda strategis dan harga yang anda tawarkan tidak
terlampau tinggi. Sehingga kesempatan rumah anda terjual lebih tinggi.

6)     
Beda
produk kita dengan pesaing

Rumah
yang kita jual usahakan memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh pesaing
kita. Contohnya rumah yang kita jual lokasinya strategis,bentuk rumah bagus dan
harga yang ditawarkan tidak terlampau tinggi. Maka konsumen akan datang ke kita
dan akan menimbulkan yang mananya repeat
order.

 

3.8  Sumber
dana memulai bisnis

Ketika
kita akan memulai sebuah bisnis,maka hal terpenting adalah dana untuk memulai
bisnis tersebut.

Ini
adalah contoh pendanaan yang dapat anda lakukan,dinataranya :

1)     
Tabungan
pribadi atau keluarga

Ketika
anda memustuskan untuk terjun kedalam bisnis properti,maka sesuaikan modal anda
dengan usaha propert anda. Anda bisa memulai bisnis property dengan dana yang
berasal dari tabungan anda atau keluarga anda. Jika jumlah modal anda cukup
untuk membeli sebuah rumah dengan lokasi yang strategis,maka berinvestasilah
dirumah tersebut. anda beli rumah tersebut lalu bisa anda jadikan tempat
usaha,bisa anda sewakan atau bisa anda jual di masa yang akan datang,ketika
harga rumah tersebut naik.

2)     
Pendanaan
utang (debit financing)

Suatu
bisnis dapat di bangun dengan dana hasil pinjaman dari bank,koperasi,relasi
ataupun jasa keuangan lainya dengan menjaminkan asset kita kepada bank.

Namun
tidak saya sarankan untuk menggunakan cara tersebut karena jika usaha yang kita
lakukan tidak berhasil,maka asset kita akan di sita oleh bank.

3)     
Pendanaa
equitas

Pendanaan yang berasal dari investor.
Dengan cara ini anda dapat mendapatkan dana untuk memulai usaha,dan anda akan
membayar kepada investor dengan cara bagi hasil dari keuntungan atau pun lainya
sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

3.9  Kendala
berbisnis properti

1)     
Kendala
pemasaran produk

Kita
sebagai pelaku usaha yang baru terjun di bisnis properti pasti terkendala pada
saat pemasaran produk yang kita jual,karena banyaknya pesaing kita yang menjual
produk yang sama dengan kita. Contohnya menjual rumah di lokasi yang sama.

 

2)     
Kendala
masalah pendanaan

Ketika
kita akan membeli sebuah rumah yang ditujukan untuk insvestasi jangka
panjang,sering kali kita terkendala dengan dana yang kurang memadai.

 

3)     
Kendala
pengalaman

Pengalaman
akan berbicara banyak pada bisnis properti.

 

3.10         
Keuntungan dan kerugian bisnis
properti

1)  
Keuntungan

·        
Keuntungan
besar

Karena
prospeknya yang cerah sehingga bisnis properti banyak mendapatkan keungtungan
karena banyaknya konsumen yang membutuhkan properti.

·        
Resiko
rendah

Bisnis
properti memiliki resiko yang rendah,karena harga property seringkali naik
jarang harga property turun.

·        
Dua
pilihan keuntungan

Dua
pilihan keuntungan ini terdiri dari menyewakan properti atau menjual properti
tersebut.

·        
Bebas
kelola

Bisnis
properti tidak seperti bisnis yang lain yang setiap saat harus di kelola,bisnis
ini dikelola pada saat dibuthkan saja.

·        
Asset

Properti
yang kita miliki akan menjadi asset kita di masa yang akan datang

·        
Investasi
jangka panjang

Dengan
memiliki properti kita telah berinvestasi jangka panjang,properti tersebut bisa
kita jual di masa mendatang dan akan mendatangkan untung yang besar pula.

 

2)  
Kerugian

·        
Kesalahan
memilih lokasi

Kesalahan
memilih lokasi akan berdampak pada harga jual property tersebut. jika lokasinya
strategis maka harga jualnya pun akan naik drastis dan sebaliknya jika lokasi
tidak strategis maka harga jual akan naik namun sedikit dan peluang terjualnya
pun tipis.

·        
Terbebani
biaya perawatan

Ketika
properti yang akan di jual namun belum terjual,maka kita harus mengeluarkan biaya
lebih untuk perawatan properti tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
IV

KESIMPULAN

Menjadi seorang entrepreneur adalah sebuah pilihan
dimana ketika kita telah memutuskan terjun kedalam bisnis tersebut berarti kita
telah siap dengan segala resiko yang akan terjadi di dalam bisnis kita. Entah
keuntungan yang akan kita dapat atau bahkan kerugian yang akan kita dapat. Sebelum
kita memutuskan untuk terjun kedalam bisnis tersebut,kita harus menganalisis
bisnis tersebut dan seberapa besar resiko yang akan timbul di dalam bisnis
tersebut. bisnis properti adalah bisnis yang cukup aman untuk orang yang akan
memulai bisnis property atau investasi properti. Karena tingkat resikonya
rendah. Untuk prospek kedepanya,bisnis ini cukup cerah. Karena bila
dilihat,sekarang banyak orang yang menjadikan rumah sebagai kebutuhan pokok
hidupnya. Jika dilihat dari data pun Indonesia masih kekurangan atas permintaan
hunian yang cukup besar. Dalam setaun Indonesia membutuhkan 700-800 ribu unit.
Sedangakan pengembang hanya bisa 
menyediakan sebesar 400rbu unit. Dari dasar ini membuktikan bahwa bisnis
ini memiliki peluang usaha yang besar. Jika telah terjun kedalam bisnis
ini,kita harus selalu belajar,tekun ulet dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang
Maha Esa. Karena usaha tidak akan sejalan dengan harapan kita jika kita tidak
berdoa kepadanya. Karena
semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya rhido dari Tuhan Yang
Maha Esa.

 

BAB IV
References

1

Asriman.com,
“asriman.com,” Online. Available:
http://asriman.com/mengenal-berbagai-macam-produk-bisnis-properti.
Accessed Kamis Januari 2018.

2

E. S.
Soegoto, Entrepreneurship Menjadi Pembisnis Ulung, Jakarta: PT.Elex Media
Komputindo Kompas Gramedia, 2014.

3

PARAMOUNT-LAND.COM,
“PARAMOUNT-LAND.COM,” PROPERTI, Online. Available:
www.paramount-land.com/post/bisnis/perumahan. Accessed Kamis Januari
2018.