Perkembangan empat yaitu mobil yang memiliki fitur auto pilot

Perkembangan
ilmu pengetahuan serta teknologi kian hari semakin berkembang dalam segala
bidang, tak terkecuali pada industri otomotif. Perkembangan teknologi pada
dunia otomotif diikuti dengan inovasi terkait kebutuhan serta layanan apa saja
yang dibutuhkan oleh pengguna kendaraan dan tuntutan untuk memiliki nilai
tambah terhadap suatu kendaraan itu sendiri. Topik yang akan dibahas kali ini
adalah terkait kendaraan roda empat yaitu mobil yang memiliki fitur auto pilot
atau bisa disebut juga dengan self
driving car. Tren mobil tanpa awak yang semakin populer dan positif
tanggapannya membuat beberapa perusahaan besar dalam dunia otomotif seperti
BMW, Mercedes Benz, dan Tesla bersaing dalam membuat mobil tak berawak atau
yang memiliki kemampuan self driving car
yang terbaik, bahkan perusahaan Google pun ikut mengembangkan mobil tak
berawak.

            Dalam pengembangan mobil tak berawak
tentu memiliki tujuan salah satunya adalah menguraki resiko kecelakaan kendaraan
roda empat akibat human error karena
menurut data terkait kecelakaan lalu lintas sebagian besar penyebabnya adalah
kesalahan pada pengemudi itu sendiri. Namun timbul pertanyaan apakah self driving car benar-benar dapat
mengatasi kecelakaan akibat dari human
error ? atau bahkan justru memiliki potensi kecelakaan yang lebih besar
karena tidak adanya pengemudi di dalam suatu mobil sehingga cara mobil tersebut
untuk mengambil keputusan akan berdasarkan program yang dibuat dalam self driving car tersebut. Selanjutnya
bagaimana cara pengambilan keputusan self
driving car tersebut dalam menghadapi berbagai macam potensi kecelakaan
yang ada di jalan raya ?.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Elemen
dan Standar Berpikir Kritis pada moral dan etika mobil tak berawak.

            Untuk menjawab pertanyaan diatas
perlu adanya konsep lebih lanjut mengenai self
driving car itu sendiri, karena banyak hal yang harus diperkirakan dengan
baik untuk mempersiapkan sebuah mobil tak berawak di jalan raya. Dalam
kehidupan sebenarnya pada jalan raya, kondisi dan situasi yang memiliki potensi
kecelakaan tidaklah sesederhana seperti melanggar lalu lintas saja, namun
terdapat banyak sekali faktor penyebab kecelakan di jalan raya.

            Asumsi yang ada pada diri kita
mungkin mengatakan bahwa self driving car
hanya perlu dibuat program yang dapat mematuhi semua peratuan berlalu lintas di
jalan raya, sehingga implikasinya adalah mobil tak berawak hanya akan mengikuti
aturan lalu lintas di jalan raya. Namun lebih dari itu bagaimana jika terdapat
berbagai skenario di jalan raya yang dapat mengubah aturan lalu lintas sehingga
sebuah mobil tak berawak tersebut harus memilih langkah yang tepat untuk
menghindari kecelakaan, lebih buruk lagi jika ternyata dalam keadaan tersebut
sebuah mobil tak berawak hanya memiliki dua pilihan yaitu memilih jalan yang
akan menyebabkan kecelakaan dengan ‘sedikt’ korban atau ‘banyak’ korban, atau
dengan berbagai macam latar beakang lainnya seperti menyelamatkan banyak orang
atau mengorbankan satu orang, dll.

            Maka dari itu diperlukan sudut
pandang dari masing-masing orang yang disertai dengan ketentuan hukum yang
berlaku di jalan raya untuk membuat suatu ketentuan terhadap penggunaan mobil
tak berawak yang beroperasi di jalan raya untuk menghindari segala kemungkinan
kecelakaan. Dalam memutuskan suatu pilihan keadaan pada pihak programmer
pembuat mobil tak berawak tentunya dituntut untuk mengatur keputusan tersebut
yang disertai dengan hukum dan moral pada masyarakat.

            Disamping itu dalam membuat sebuah
keputusan haruslah memiliki koherensi atau keterkaitan antara pengaruh dan
dampak apa saja yang akan terjadi jika memilih suatu keputusan, pada mobil tak
berawak keterkainnya ialah jika memilih suatu pilihan maka implikasi yang tepat
sesuai yang diharapkan atau tidak, selain itu juga keputusan tersebut haruslah
logis sehingga dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan pada mobil tak
berawak standar dalam berpikir kritis logis berperan besar dalam penentuan
keputusan, serta diperlukan juga faktor ‘adil’ dalam membuat sebuah keputusan,
karena sebuah keputusan yang baik haruslah memiliki konsekuensi seminimal
mungkin dampak negatifnya namun tidak merugikan masing-masing pihak. Dalam
kasus mobil tak berawak keadilan disini adalah terkait pada pengguna jalan raya
lain dan mobil tak berawak tersebut, baik mobil tak berawak di dalamnya memilki
penumpang atau tidak. Standar dalam berpikir kritis lainnya ialah sudut
pandang, ya lagi-lagi sudut pandang dihadirkan disini dalam membuat keputusan
pada program yang dibuat dalam self
driving car, sudut pandang adalah unsur yang kompleks karena dalam melihat
suatu masalah untuk menghasilkan solusi terdapat berbagai pandangan yang dapat
diperhatikan dari berbagai sisi seperti dalam sudut pandang hukum,
menyelamatkan orang banyak atau mengorbankan satu orang, menyelamatkan manusia
atau makhluk hidup lain, bahkan jika pilihanya adalah berdasarkan status sosial
seseorang. Berdasarkan hal tersebutlah perlunya proses dalam berpikir kritis
untuk menyelesaikan suatu masalah dalam hal ini adalah self driving cari atau mobil tak berawak yang beroperasi di jalan
raya.

Peran
berbagai pengguna jalan serta ketentuan lebih lanjut pada mobil tak berawak.

            Berbagai pertimbangan diperlukan
dalam menyelesaikan permasalahan dan kekhawatiran pada mobil tak berawak. Hal
tersebut tentu akan membuat keputusan menjadi lebih baik dibandingkan jika
tidak menggunakan unsur-unsur diatas dalam menanggapi self driving car. Dengan demikian pada pengembangan teknologi self driving car perlu adanya peran dari
berbagai unsur-unsur yang menyangkut peraturan di jalan raya, seperti hukum
lalu lintas, peran pengguna jalan raya lainnya seperti pejalan kaki atau
sebagainya. Maka dari itu diperlukan penyuluhan kepada masing-masing pihak
sebagai pengguna jalan raya bersama untuk dapat dapat tercapai kesamaan
pemikiran sehingga dalam pengembangan self
driving car dapat berjalan dengan baik karena jika dilihat dari sisi yang
lain mobil tak berawak dapat mengatasi kecelakaan lalu lintas akibat human error dan melalui program yang
ditanamkan dalam mobil tersebut yang telah dipertimbangankan dengan baik akan
meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas.